“Banyak orang yang memimpikan menjadi bintang namun tidak setiap orang yang berkesungguhan menjadi bintang” Mario Teguh

Impian berbeda dengan mimpi. Mimpi terbatas hanya pada rencana-rencana dalam pikiran manusia, bebrbeda dengan Impian yang disertai dengan aktualisasinya, usaha yang keras dan doa kepada Allah. Lihatlah bagaimana Rasulullah memohon surga ”Sesungguhnya di surga terdapat 100 tingkatan yang disediakan Allah bagi yang berjihad di jalan-Nya. Jarak antara satu tingkat dengan tingkatan yang lainnya seperti jarak antara langit dan bumi. Maka jika kalian minta kepada Allah mintalah Surga Firdaus. Sesungguhnya Firdaus itulah tempat terbaik dan tertinggi derajatnya. Di atas Firdaus terdapat Arsy Allah dan dari situ mengalir sungai-sungai surga ” (HR. Bukhari). Rasulullah mengajarkan kita untuk meminta sesuatu yang terbaik kepada Allah.

Lalu mengapa kita harus memiliki impian yang kuat ? Impian adalah nahkoda kita menuju tempat terindah, impian ini juga yang menjadi bahan bakarnya. Bila kita tidak memiliki impian, sama hal seperti kapal yang berada dalam ombak yang besar. Ia tidak memiliki arah, hanya bisa mengikuti keman ombak tersebut bermuara. Mungkin ketempat yang kotor, banyak karang yang tajam, dan lainnya bahkan tenggelam didalamnya. Tujuannya tidak berarah, hasilnya pun tidak akan memuaskan. Oleh karena itu berimpianlah yang tinggi.

Untuk mewujudkan impian diperlukan niat yang lurus, karena dalam perjalanannya tidaklah mudah. Bila niat kita benar, insya Allah kita akan mendapatkan yang terbaik akhirnya. Niatkanlah impian Kita karena Allah. Hidup kita akan di isi dengan pencapaian-pencapaian yang berorientasi pada impian dan didukung dengan ridho Allah SWT. Bila kita berhadapan dengan krikil yang menjatuhkan, kita akan segera bangkit dengan semangat yang lebih besar. Sehingga kita yakin Allah akan selalu menemani kita.

Mengutip dari  buku ‘Pemimpi Luar Bidahsyat’ yang di tulis mas Danang bersama motivator mas Aris Setyawan,mengatakan  bahwa “Bukan impian yang menyesuaikan dengan Anda, tapi Anda sendiri yang harus bisa menyesuaikan kemampuan untuk mencapai impian-impian luar biasa…”(Pembuat Jejak). Dia telah membuktikan betapa luar biasanya mimpi yang direalisasikan dengan penuh kesungguhan dan pantang menyerah. Oleh karena itu Bangunlah mimpi Kita setinggi mungkin, karena sukses tidak datang dengan gratis, sukses hadir dengan usaha yang maksimal, dengan keyakinan penuh, dan perencanaan yang terjadwal.

Bermimpilah menjadi orang yang bermanfaat bagi orang di sekitar Kita, karena orang yang bahagia adalah orang yang bermanfaat untuk orang lain. Tidak hanya bagi manusia di sekitar Kita, tapi lingkungan yang merasakan kehadiran Kita.  Mari Kita bangun Indonesia dengan segala profesi yang ada pada saat ini, dengan kemampuan yang ada saat ini, dengan kondisi Indonesia saat ini, dalam kondisi apapun bangun dan banggakan Indonesia. Sebagai mahasiswa saat ini penulis ingin mengajak pemuda dan pelajar Indonesia untuk berkarya dan berprestasi, harumkan nama bumi yang melahirkan kita. Agar Kita Bangga Menjadi Indonesia. Bangunlah mimpi-mimpi besar kita, lukis dengan penuh kesungguhan, dan hiasi dengan semangat, dan lindungi dengan tawakal.